Posted by: dEn t0w0 on: 13 August 2009
Berdasarkan bukti-bukti beserta video dari kepolisian, mengenai bom JW Marriott dan Ritz Charlton yang mana disitu menerangkan begitu mudahnya bom-bom itu dibawa masuk ke dalam hotel. Ternyata benar dugaan Bapak Suryadarma Salim (Mantan Kadensus 88) bahwa ada orang dalem dari hotel tersebut ikut berperan.

Ibrohim atau Boim seorang pegawai hotel, dia adalah florist Hotel JW Marriott. Dia lah otak serangan bom. Boim menjadi perencana, pengatur dan pengontrol serangan bom di kedua hotel tersebut. Ia menghilang pascapeledakan bom dan diidentifikasi sebagai lelaki yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah.
Sejak 28 April 2005, Ibrahim bekerja di Hotel JW Marriott sebagai penata bunga. Ia adalah karyawan perusahaan penata bunga Cynthia. Selama empat tahun bekerja di hotel itu, Ibrohim mempelajari seluk-beluk Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Kedua hotel itu terletak tidak berjauhan di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna dalam keterangan persnya kepada wartawan di RS Polri, Jakarta, Rabu (12/8), menyebutkan, Boim menekuni profesi sebagai penata bunga sejak tahun 1995.
“Dari tahun 1995-1997, Boim bekerja di bagian pertamanan di JHCC (Jakarta Hilton Convention Center, sekarang Jakarta Convention Center), lalu dari 1997-2005 bekerja sebaga penata bunga di Hotel Mulia, kemudian sejak 25 April 2005 menjadi karyawan di Toko Bunga Cynthia Hotel JW Marriott,” ungkap Nanan.
Boim ditengarai bergabung dengan kelompok radikal ini melalui adik iparnya Saifuddin Juhri. Di bekas rumahnya di daerah Cililitan, sebuah stiker menempel di dinding depan rumahnya bertuliskan “Be a Good Moeslim or Die as Syuhada”.
Pada dinding di dalam rumah juga didapati sebuah gambar bujur sangkar, seperti hotel dengan coretan garis-garis di bawahnya yang sepintas bisa ditafsirkan sebagai api. Di sebelah gambar itu tergantung sebuah kaus putih dengan tulisan Ritz-Carlton dan logo hotel itu.
Lantas apa efek samping dari kejadian dan fakta yang terungkap itu??… yang paling pahit adalah mungkin dimasa-masa yang akan datang pemilik hotel dan pemilik perusahaan akan berpikir seribu kali untuk menerima calon karyawan yang memiliki nama-nama islami macam Ibrohim, Yunus, Ahmad dsb. Karena bisa jadi trauma dan ngga mau ambil resiko kejadian seperti itu terulang lagi.
Bahkan lebih parahnya lagi kalo sampai kejadian siapa saja calon karyawan yang beragama islam akan di pikirkan seribu kali supaua bisa di terima kerja. Wahai para teroris bodoh, tidakkah kalian ingat kalian bukan saja hanya berhubungan dengan Alloh SWT, tapi ada saudara-saudara kalian sesama muslim yang juga punya kepentingan di dunia ini yang harus kalian pikirkan.
Recent Comments