Posted by: dEn t0w0 on: 31 March 2009
Ketika kita menemui sebuah pertanyaan, lazimnya kita sebisa mungkin menjawab pertanyaan tersevut, tapi entah kenapa saya jarang banget menjawab. Sekalipun itu adalah pertanyaan yang mudah saja untuk dijawab. Sebagai contoh, ini kejadian saat saya sedang kumpul-kumpul sama para aktivis di suatu Masjid yang mulia. Saat itu kami para pemuda sedang asik membahas tentang pembentukan negara Islam Indonesia, Alhamdulillah saya termasuk yang pro untuk masalah ini. Di dalamnya terdapat beberapa juga yang pro seperti saya, ada juga beberapa yang kontra. Semuanya punya alasan tersendiri dan InsyaAlloh bisa diterima.
Semakin malam perbincangan semakin seru saja, Alhamdulillah semuanya berjalan baik-baik saja, setiap personal dapat mengendalikan gejolak jiwa dan emosinya. Tiba-tiba salah satu rekan dari kubu “kontra” melontarkan sebuah pertanyaan kepada saya pribadi yang pada malam itu Alhamdulillah sedang dibukakan cakrawalanya oleh Alloh SWT sehingga argumen-argumen saya menjadi berbobot.
Malam itu saya ditanyakan dengan pertanyaan “Wo, apakah ada dalil Al-Quran dan Petunjuk AsShunnah yang memerintahkan atau menyerukan umat Islam untuk mendirikan sebuah negara??”. Saya yang agak terkejut, diam sejenak untuk mencerna pertanyaan ini secermat-cermatnya. Namun diam heningnya saya diartikan lain oleh kubu “kontra”, mereka pikir mereka berhasil melakukan skak-mat kepada saya. Kembali ke judul tulisan ini, dimana saya adalah orang yang jarang menjawab. Untuk pertanyaan ini pun saya memilih untuk tidak menjawab.
Lantas apa yang saya lakukan??, malam itu saya lebih memilih untuk malah balik bertanya kepada mereka dengan pertanyaan yang menurut saya lumayan juga ngeki-in. Saya balik bertanya kepada mereka “begini lho, apakah kalian juga bisa menunjukan kepada saya dalil Al-Quran dan petunjuk AsShunnah yang melarang umat Islam untuk mendirikan sebuah negara??”. Sebuah pertanyaan yang cermat dan efektif untuk meredam pihak yang sudah merasa menang.
Recent Comments